TEH TUBRUK

Penjahit Sejati

Posted in Teh manis by dubis on Desember 18, 2009
"Penjahit"

Penjahit Jatinegara

Sudut Jakarta di waktu malam, kali ini saya mengintip keramaian malam  persis dekat stasiun jatinegara  ke  arah timur,  merayap dan ramai pedagang kaki lima yang menggelar lapak mereka merupakan hal biasa bagi para pelintas jalan tersebut. dari penjual kaos, souvenir khas kaki lima, perkakas, hingga pakaian dalam berjajar memberikan penawaran terbaik kepada para pembeli.

Ada satu sudut yang menarik perhatian saya, persis didepan sebuah  bangunan tua di samping Pos Jaga  Polisi Lalulintas ada sekitar 10 orang penjahit jalanan yang biasa mengelar lapak nya di pingiran jalan raya tersebut, lengkap dengan mesin jahit manual tanpa listrik, kursi, benang, gunting serta keterampilan jadi bekal dalam berusaha. Parapenjahit Jalanan yang ahli dalam mempermak Jeans bahkan sampai menjahit pakaian yang mungkin akan dikenakan pada saat hari raya selalu bersemangat walau malam hari mereka harus mengerjakan order yang sudah diterima. di terangi lampu bohlam 10 – 15 watt dan sebuah galah bambu untuk mengantung lampu bohlam tersebut,  Parapenjahit  tekun meyelesaikan oreder jahitan hingga semua pelanggan puas.

Kehidupan mereka yang sederhana, ceria dan tekun menjadikan pelajaran berharga untuk saya dalam mensikapi hidup ini, kesabaran dan tak kenal putus asa telah memberikan kekuatan dan ketanguhan dalam mengarungi pahitnya hidup.

Tagged with:

Kapuk Valley Network

Posted in Teh manis by dubis on Mei 9, 2007

Kapuk yang satu ini berbeda dengan Kapuk untuk bantal ataupun Pohon kapuk itu sendiri, Jika ditanya Kapuk Valley pada mahasiswa atau mereka anak kos yang menetap atau yang pernah tinggal di kapuk, Pasti mereka Jawab “Gue tahu”. Dan pastinya ada segudang cerita menarik dari mulut mereka.

Dimana sih Kapuk Valley ? Kapuk Valley Letaknya di Jalan kapuk, sebuah jalan pemukiman warga yang persis di seberang Jl. Margonda Raya depan Universitas Gunadarma. Jl. Kapuk yang menurun, akan terlihat seolah seperti lembah kecil, Jika di lihat dari ketingian. Dahulu di pemukiman tersebut banyak sekali di jumpai pohon kapuk tapi lain dulu lain sekarang, Kapuk yang di kenal sekarang sudah banyak tumbuh bangunan seperti Rumah kost, warteg, warung, Tailor Vermak Levis, warnet sampai loundry. Terkecuali Bioskop.

Selain warteg dan kamar kost ? Jika anda mampir di Jl.kapuk, jangan heran jika melihat banyak kabel melintang, naik, turun atau numpang di kabel listrik sampai nempel di batang pohon jambu atau rambutan. Itu bukan kabel telepon, atau kabel listrik swadaya. Tapi itu adalah hasil karya mahasiswa yang bermukim di Jl.kapuk, Kabel, melintang semrawut, Untuk apa ya? Kabel semrawut itu adalah kabel jaringan yang terhubung online dari kamar-kamar kost yang menjadi jembatan bagi terhubungnya jaringan dari rumah ke rumah lain.

Kapuk Valley Network Community yang berdiri 17 November 2002 mulai hidup di kamar – kamar kost, terhubung dari satu rumah kost ke rumah kost lainnya yang jaraknya bisa mencapai 100 meter. Kabel yang melintang tidak teratur jadi pemandangan biasa. Dengan ide kreatif ini selain bisa berkirim email, chatting, tukar menukar bahan kuliah, nonton film, mendengarkan radio, bahkan juga menjadi sarana pemasaran yang di manfaatkan masyarakat sekitar untuk menjual produk jasa seperti cuci dan seterika baju Atau makanan kecil.

Dengan Swadaya masyarakat Kapuk Valley, telah menghasilkan kekuatan 3 server berkapsitas hardisk masing-masing 40GB dan memory masing-masing 640MB Hingga 1GB, dan Kapuk Valley tetap bertahan, bahkan menurut catatan Novan, salah satu perintis kapuk Valley, mencatat ada sekitar 500 lebih titik rumah yang terhubung oleh Jaringan tersebut dari RT 01, RW 02, hingga RT 01 RW 03, tentunya jumlah ini kemungkinan akan bertambah karena banyaknya mahasiswa yang indekost di sana. Gagasan yang patut di acungi jempol ini terispirasi dari Dr. I Made Wiryana, Dosen Universitas Gunadarma Yang ingin membuat kota Depok terhubung secara online atau Depok Valley. Mulai dari kamar kost hingga kota depok, Sebuah mimpi yang menarik. Anda ingin berbagi cerita, berbagi mimpi silahkan tarik ulur kabel jaringan dan ambil kost di Jl.Kapuk. (UGN,dubi)

To all members, let’s make the network a better place, a better community, and don’t forget.. share pilem ama game yang baru dwoonnkk
ViVa KaVaL !!!

To others, come n’ join us !

Rakyat di makan rakyat

Posted in Tulisan panjang by dubis on September 12, 2006

Suatu ketika rakyat Indonesia merindukan rasa kemakmuran yang nyata pasti akan di proleh di atas tangannya, dengan sekuat tenaga para professor mencari formula dahsayat itu, dengan menguras otak profesorpun berhasil menemukannya sebuah formula keadilan untuk generasi muda (siswa) pewaris ilmu dan masa depan bangsa Indonesia. Formula itu bernama BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) dari formula itu diharapkan siswa tidak perlu lagi mengeluarkan rupiah dari kocek orang tuanya. Untuk sebuah pendidikan dari bangsa yang beradab.

Formulapun menjadi menyebar dan menjadi harapan nyata bagi rakyatnya, berat beban di pundak orang tua sedikit di tangung Negara, ini sebuah kemajuan fantastis dari mimpi yang terbeli.

Suatu ketika di suatu tempat, seorang pria kurus dan lusuh, itu banting tulang demi dapur yang musti ngebul. ‘udah tiga rit buat setoran blm dapet, pada kemana yak sewanya’ keluh pria sopir angkot. Tak lama perempuan dan 2 orang anak yan masih kecil usia 7 tahun dan 4 tahun memberhentikan anngkot itu. Perempuan yang mengunakan daster itu naik ke dalam angkot.

Jarum jam terus berputar menunjuk angka 19.30 malam jalan – jalan yang sama telah di lewati sang sopir bersama angkotnya namun sewa tetap sepi, angkot itu hanya berisi 5 penumpang, namun yang bersatus penumpang resmi adalah 2 orang pria muda sisanya adalah perempuan dan 2 anaknya itu yang tidak lain adalah istri dari sopir angkot.

Kehangatan dan kasih sayang sang ayah menyapa anak-anaknya dan istri yang setia menjemput suaminya tergambar abstrak di wajah mereka. Keluhan yang dirasakan sang sopir sedikit samar ditutup keriangan anak-anaknya. Malam terus berlanjut dan emperan toko berubah fungsi menjadi karpet tidur anak jalanan, grobak butut berisi kardus dan barang rongsokan yang parkir di depan toko alat-alat tulis. Angkot terus melaju melintasi pingiran kota yang mulai sepi.

Hingga pada suatu ketika perempuan itu berkata pada anaknya ‘udah cepet katanya mau laporan kusus’ canda ibu pada anak dan suaminya, sang suamipun menjawab ‘mau laporan apa nak’ Tanya sopir itu pada anaknya yang sesekali menegok ke belakang melihat anaknya, angkot merah itu masih terus melaju desiran angin malam menyibak rambut tipis sang anak. ‘Pak minta duit lima ribu buat bayar rapot, besok di sekolah’ kata sang anak. ‘O… besok ambil rapot ya udah besok bapak ambil’ jawab si sopir angkot. ‘ambil rapotnya bukan besok tapi sabtu’ jawab sang anak. O.. ya udah entar bapak kasih !’

Lagi-lagi formula professor gagal mematahkan statisik kemiskinan rakyatnya, formula BOS yang dipikir bagus teryata di bakar oleh rakyatnya sendiri BOS tidak berlaku di rimba rakyat, itulah Indonesia rakyat memakan rakyat.

Depok,2006

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.